Teka-teki jenis pesawat yang sempat terbang rendah di atas Bandara Notohadinegoro, Kamis (3/9), sedikit terjawab. Dinas Perhubungan (Dishub) Jember menduga, pesawat yang masuk ke Jember itu jenis MA-60. “Tapi dari maskapai mana, kami belum bisa memastikan,” kata Kasi Sarana Prasaran Dishub Jember Anas Ma’ruf kepada Erje kemarin (4/9).Dia mengatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan Dishub Jatim. Ternyata, Dishub Jatim juga tak pernah mengeluarkan izin untuk penerbangan ke Jember. “Berarti izinnya dari Dephub. Artinya itu penerbangan antarprovinsi,” ungkap mantan Lurah Sumbersari ini.
Seperti diketahui, sekitar pukul 08.10, petugas Bandara Notohadinegoro dikejutkan dengan kedatangan sebuah pesawat tak dikenal. Pesawat itu terbang rendah di atas landasan. Pesawat tersebut hanya sekali terbang di atas bandara. Pesawat datang dari utara, lalu terbang rendah di atas landasan, selanjutnya terbang tinggi menuju selatan.
Pesawat tersebut berciri-ciri didominasi warna putih dengan kombinasi warna merah di sekitar badannya. Pesawat itu juga memakai baling-baling di kedua sayapnya.
Menurut Anas, jika penerbangan pesawat itu tak mendarat di Jember, tidak diperlukan izin ke dishub. Namun, jika penerbangan pesawat itu juga mendarat di Jember, diperlukan izin dari Dishub Jember.
Dengan demikian, hingga kini pihaknya belum bisa mengidentifikasi asal maskapai pesawat tersebut. “Jenisnya kami duga MA-60. Yang punya pesawat MA-60 itu salah satunya Merpati,” tandasnya.
Jika benar pesawat itu berjenis MA-60, penjelasan Anas tersebut memiliki relevansi dengan penjelasan Bupati Jember M.Z.A. Djalal. Usai mengikuti joy flight Jember – Surabaya PP dengan sejumlah pejabat Pemkab Jember kemarin, bupati mengatakan, pihaknya sudah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan maskapai Merpati.
“Merpati penjajakan akan masuk ke Jember. MoU-nya sendiri sudah ditandatangani awal Agustus lalu,” ungkap Bupati Djalal. Jika Merpati positif masuk ke Jember, maskapai nasional yang kini fokus pada penerbangan antarkota itu akan menggunakan pesawat buatan Cina. “Merpati memakai pesawat buatan Cina kapasitas sekitar 60 orang. Lebih besar dari yang sekarang,” sambung bupati.
Informasi yang dihimpun Erje, MA-60 merupakan pesawat buatan pabrik pesawat Man di Provinsi Shaanxi (China Aviation Industry Corporation). Pesawat bermesin turbojet propeller dengan dua mesin Pratt & Whitney (PW 127) buatan Kanada itu berkapasitas 52 – 60 orang.
Bupati Djalal menjelaskan, sebenarnya sekitar dua bulan lalu ada dua maskapai yang menyatakan berminat masuk ke Jember. Yaitu, Merpati dan Tri MG yang akhirnya lebih dulu beroperasi di Jember.
Meskipun dengan Merpati sudah ada MoU, dia menyatakan, hal itu belum ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerjasama. Sebab, pihaknya masih akan melihat kemampuan APBD.
Selain itu, respons pasar di Jember dan sekitarnya juga perlu dilihat. “Kalau ternyata bagus dan ramai, kapasitas akan kita naikkan dengan menggunakan pesawat yang lebih besar,” tandasnya.
Sementara itu, sebagai bentuk promosi, Bupati Djalal dan Wabup Kusen Andalas beserta sejumlah pejabat Pemkab Jember melakukan joy flight dari Jember – Surabaya PP. Bupati Djalal bersama sejumlah kepala dinas dan kabag terbang menggunakan penerbangan pertama. Sedangkan Wabup beserta sejumlah kepala dinas dan kabag mendapat giliran menggunakan penerbangan kedua.
Menurut Bupati Djalal, dia bersama rombongan pejabat Pemkab Jember sengaja ingin merasakan penerbangan dengan pesawat Tri MG dari Jember ke Surabaya PP. “Ini sekaligus promosi bahwa sekarang pergi ke Surabaya sangat cepat. Masyarakat juga tidak perlu takut. Bupatine ae wani (bupatinya saja berani, Red),” papar bupati usai mendarat kembali di Jember.
Bagaimana rasanya penerbangan Jember – Surabaya PP? “Sangat enak sekali. Pesawat terbang di ketinggian 8.500 kaki. Jadi tidak terlalu tinggi, tidak terlalu rendah. Melihat ke bawah, masih bisa melihat rumah-rumah dan jalan-jalanm” jawabnya.
Bahkan, lanjut dia, rute penerbangan Jember – Surabaya PP juga bisa digunakan sebagai salah satu sarana rekreasi udara. “Karena dari udara kita mendapat bonus untuk bisa melihat puncak Gunung Semeru dan Bromo. Dari udara terlihat jelas letusan Semeru di atas awan. Indah sekali,” terangnya.
Sepekan penerbangan Jember – Surabaya PP dibuka, menurut bupati, ada dua hal yang mendesak untuk dibenahi. Yakni, promosi yang masih perlu diperluas, tak hanya di Jember tetapi juga di Surabaya. Bahkan, jika perlu hingga ke Jakarta. Hal lain yang perlu segera dibanahi pula adalah kemudahan calon penumpang untuk mendapatkan tiket. (har)

